PELANGI BANGSAKU

PELANGI BANGSAKU merupakan judul esai yang saya buat untuk mengikuti program beasiswa Data Print 🙂
Apa itu Beasiswa Data Print? Ada yang mau ikutan? Simak informasinya di bawah ini:

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun kelima. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2014, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2015 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.

Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun kelima. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2014, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2015 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.

Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!

Iklan

PEMIMPINKU, JADIKAN INDONESIAKU MELESAT MAJU

Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 serta dikenal sebagai negara agraris (Sulistiani, 2012). Negeri ini kaya akan hasil alamnya yang melimpah. Di negeri ini pula, banyak tokoh Indonesia yang berperan di tingkat internasional dan diakui dunia. Sebut saja Sri Mulyani (Direktur Utama Bank Dunia), Gamal Albinsaid yang mendapat pengakuan dari Pangeran Charles, Munir dan banyak ilmuwan dengan kecerdasan luar biasa yang hasil temuannya mendapat apresiasi dari dunia internasional. SDA yang melimpah dan SDM yang berkualitas inilah yang membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang begitu besar untuk menjadi negara maju. Namun kenyataannya, Indonesia masih menempati urutan ke 122 dari 182 negara terkaya di dunia (Susanto, 2012).

Indonesia masih terjajah. Pengertian terjajah di sini bukan seperti penjajahan pada masa kolonial, tetapi penjajahan era modern yang lebih kejam. Negeri ini dijajah oleh kemiskinan, ketimpangan sosial, ketergantungan pada produk impor dan hutang luar negeri serta budaya koruptif dan hedonis yang menjangkiti semua kalangan (Bupati Tegal Enthus Susmono, 2014). Banyak sekali masalah yang perlu diatasi. Menurut Indonesia Today (2012), masalah krusial yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masalah ketersediaan energi yang berdampak pada kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok sehari-hari, pertumbuhan penduduk yang cukup besar serta korupsi. Pertumbuhan penduduk yang besar dapat menjadi peluang maupun hambatan yang berimbas pada pemenuhan kebutuhan perumahan, sekolah, makanan, rumah sakit, pekerjaan dan transportasi. Inilah tugas berat aparat pemerintah kita.

Sungguh ironi jika melihat fakta bahwa pada tahun 2012, 17 dari 33 gubernur di Indonesia tersangkut masalah korupsi, begitu pula dengan 138 dari 500 bupati atau walikota juga terkena masalah sama. Aparat pemerintahan yang diandalkan rakyat malah merampas hak rakyat. Indonesia dengan berbagai permasalahan tersebut memerlukan sosok pemimpin tangguh. Pemimpin yang mampu merangkul rakyat untuk mengatasi masalah bangsa dan bersama-sama menjadikan Indonesia negara yang lebih baik untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

Pemimpin merupakan seseorang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan berbagai aktivitas tertentu demi mencapai satu atau beberapa tujuan (Kartono, 1994). Menurut asas utama Pancasila, pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong (Tut Wuri Handayani), menuntun (Ing Ngarsa sung Tuladha) dan membimbing asuhannya (Ing Madya Mangun Karsa).

Berbagai pandangan mengenai karakter apa saja yang perlu dimiliki seseorang untuk menjadi pemimpin. Menurut Stephen R. Covey (2004), karakterstik seseorang yang dapat menjadi pemimpin yang sukses yaitu selalu terus belajar dan berkembang, berorientasi pada pelayanan, selalu memancarkan energi positif, percaya kepada orang lain, dapat menyeimbangkan hidup dari tuntutan duniawi dan rohani serta keluarga, memandang kehidupan sebagai suatu petualangan, dan sinergis. Menurut Robbins (2001), karakteristik pemimpin yang dikagumi oleh pengikutnya yaitu jujur, kompeten, berpandangan ke depan, menginsipirasi, cerdas, adil, berwawasan luas, berani, lugas, dan imajinatif. Sedangkan menurut Anies Baswedan (2014), ada empat karakter pemimpin yang dibutuhkan Indonesia yaitu bersih, kompeten, punya keberanian dan harus bisa menggerakkan.

Dari berbagai pendapat para ahli mengenai karakter pemimpin ideal, yang perlu digaris bawahi yaitu Indonesia membutuhkan pemimpin yang memimpin dengan Hati, dapat menjadi teladan bagi rakyatnya, melayani, mengayomi dan menggerakan rakyat bersama-sama untuk mencapai satu visi yaitu Indonesia maju, Indonesia Emas!

Procrastinate

Procrastinate.. how addict and extinguish..
bagi yang ingin buang-buang waktu, silahkan baca tulisan di bawah ini yang dijamin 100% procrastinated!
Besok aja aaah, kan masih ada waktu..
Ah baru jam segini, nanti aja dah..
Yak kalimat kembali muncul di pikiranku 
Nunda itu bikin ketagihan, sekali km pengen nunda, pengennya keterusan
sama kayak makan cimol yang belinya di abang depan sekolah (apa hubungannya? -____-“)
cimol dikasih bumbu2 g sehat gitu tp tetep nagihin..
dampaknya juga panjang klo sekali nunda
semuuuuuaa kerjaan jadi molor, kerja g maksimal..
apa karena semester ini sudah mencapai titik jenuhnya?
gak tau
yang pasti, aku pengen ngilangin lagi kebiasaan ini
semester2 lalu ak g kayak gini.. Gooooood
yah semoga semester ini kulalui dengan baik
give me a spirit, God 🙂
SPIRIT to FIGHT hinders in front of me
GANBATTEEEE!!! :DDD

FEAR

TAKUT…
Satu kata negatif yang mengacaukan segalanya..
Semua orang pasti pernah mengalami, apa itu TAKUT
Takut akan kehilangan sesuatu atau seseorang yang kita sayangi,
takut akan suatu hal yang belum pasti,
takut akan terjatuh di pilihan yang salah..
Tapi takut tidak selalu negatif,
there’s a place that fear is a positive way
Takut akan Tuhan itu baik (dan itu satu-satunya takut yang menurutku merupakan tindakan positif)
Takut itu perasaan, takut itu pilihan
tergantung dari sudut mana kamu memandang…

Well, setelah aku nonton film yang berjudul “After Earth” (udah lama sih, tahun 2013 kemarin) yang diperankan oleh Will Smith & Jaden Smith, film ini berhasil menggugah cara pandangku akan ketakutan..

Ini cuplikan dialog Will Smith (di sini Will berperan sebagai ayah yang tegas, kaku, tapi penuh kasih sayang) dan Jaden Smith (di sini Jaden berperan sebagai anak yang tangguh tapi selalu terkalahkan oleh perasaan takutnya). Will says to the Jaden :

“Fear is not real,
The only place that fear can exist is our thoughts of future..
It is a product of our imagination..
Pushing us to fear thing that do not at present
and may not ever exist!
That is near insane.
Now, do not misunderstanding,
Danger is very real….
But, FEAR is a CHOICE !”

Kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia :
“Ketakutan itu tidaklah nyata
Satu-satunya tempat yang bisa ditempati ketakutan adalah pikiran kita soal masa depan…
Produk dari imajinasi kita..
Membuat kita takut akan hal-hal yang belum pasti
dan mungkin takkan pernah terwujud !
Itu dekat dengan kegilaan kita.
Sekarang, jangan salah paham,
Bahaya itu sangat nyata….
tapi, TAKUT itu sebuah PILIHAN !”

Karena Bu Risma

SETUJUUUU SEKALI DENGAN PENDAPAT DI TULISAN INI 🙂
walaupun saya bukan muslim, semua yang dituliskan di blog “islam is fun” ini mengandung kebenaran yang harus ditindak lanjuti (kita tidak boleh saja tinggal diam). Aturan-aturan yang ada di sini diajarkan pula di agama saya, tertera pula di Injil. Jadi, mari sama-sama kita memerangi ini tanpa memandang bulu 🙂

Islam is Fun

Bismillahirrahmanirrahim..

Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat. (1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air mata, jadi pengen berjuang bareng semampu yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya runut benangnya biar ga kusut dikepala (kepentingan pribadi).

videonya ada disini :

Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi karena nilai yang saya bawa bakal kental banget dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena saya memposisikan diri…

Lihat pos aslinya 4.588 kata lagi

Lupakan Soal Beasiswa, Kamu Pejuang Malas!

a madeandi's life

Tentu saja tulisan ini bukan untuk Anda, pembaca yang budiman. Tulisan ini adalah untuk orang yang tidak Anda kenal. Orang yang memiliki keinginan untuk mendapatkan beasiswa luar negeri tetapi tidak sadar kalau dirinya menderita kemalasan stadium tinggi. Saya menyebutnya pejuang malas dengan ciri-ciri seperti ini:

  1. Menanyakan hal-hal yang sebenarnya ada di website atau buku panduan beasiswa. Mereka malas membaca.
  2. Selalu mengatakan ‘tes TOEFL/IELTS mahal banget’ tapi malas menabung dan tetap rajin nongkrong di cafe 😉
  3. Sibuk berpikir caranya lolos beasiswa meskipun tidak memenuhi syarat. Mereka tidak fokus berusaha agar bisa memenuhi syarat. Anehnya, dengan begitu mereka merasa kreatif.
  4. Mudah bertanya “syarat beasiswanya apa saja?” Seakan itu satu rahasia yang tidak ada di website atau buku panduan (terutama jika ditanyakan lewat email ketika penanya memiliki akses internet yang memadai).
  5. Bertanya “jurusan yg cocok buat saya apa ya?” seakan orang lain lebih paham tentang dirinya. Untuk menggali bakat dan minat sendiri saja…

Lihat pos aslinya 214 kata lagi

Feel Like A Crumb

Akhir-akhir ini ak merasa hidupku g guna banget (bukan berarti aku putus asa dan mau bunuh diri)
Aku merasa seperti, yaaah seperti judul tulisan ini, ‘feel like a crumb’
Apa yang aku lakukan selama ini seperti.. ga guna..
Apa sih tujuan hidupku?
Apa sih keinginanku?
Ketika kita mengikuti banyak bidang kegiatan di hidup, tiap kegiatan punya prioritas dan tanggung jawab, kita semaksimal mungkin bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan yang kita ikuti..
Aku udah nyoba berusaha sekuat mungkin buat ngebagi tanggung jawab di seluruh kegiatan dan membuat prioritas-prioritas.. tapi ketika ada satu kegiatan yang luput, apa yang terjadi??
ak kurang berhasil ngebagi tanggung jawabku..
Ketika aku diingatkan, otak kiri dan otak kanan harus berjalan seimbang, tapi otak kananmu masih sangat kurang berfungsi.. otak kirimu memang bagus, tapi klo g seimbang, apa gunanya?
Selama ini memang kegiatan yang satu ini aku kuraang optimal.. hanya mengikuti apa yang ada tanpa mengembangkan diri sampai standar yang diinginkan..
dan ketika ak ga mencapai standar itu, ada dua pilihan, tetep berusaha dan maju mencapai standar itu atau mundur..
sepertinya sekarang aku memilih mundur..
ak tidak kompeten lagi di bidang itu.. ak jarang mengembangkan diri di luar tugas yang diberikan..
jadi maaf kalau memang ak jelek, ga guna, ak ga berusaha..
aku memiliih mundur