IP Semester 3


   Photoip

Ini nih kertas coretan target dan motivasiku selama UAS semester 3.. hehehe

Aku gak tau kudu gimana. Kalo ngeluh terus rasanya aku juga gak tau diri, aku udah dikasih banyaaaaak hal sama Tuhan.
Awalnya, aku punya target buat IP semester ini yaitu 3,85. Aku nargetin IP segini soalnya aku punya keyakinan, IP semester kemaren 3,71 dengan aku sibuk kegiatan selain kuliah, masak semseter sekarang jg ga bisa kayak gitu? Lagian mata kuliah semester ini kan lebih mudah. Dan aku selalu inget, ada nasehat dari temenku, dia bilang, “Dalam hidup kita perlu punya target, karena dengan memiliki target dan tujuan yang jelas, kita sudah selangkah menuju prestasi”. Kurang puas dengan pernyataannya, aku mengorek-ngoreknya lagi biar motivasinya bisa terpatri dalam diriku..hehe
Aku tanya, “Kalo orang yang udah punya target dan tujuan yang jelas, tapi hasilnya tidak sesuai targetnya, gimana?”
Temenku ga mau kalah, dia jawab, “Kan seenggaknya, hasilnya gak jauh dari yang kita targetkan. Misalnya nih ya, pas kamu UAN, kamu kan nargetin dapet 9, tapi hasilnya ga jauh beda kan, kamu dapet delapan koma. Percaya deh, kalo kamu mau pasti semua ada jalannya. Dan kalo emang jauh banget dari targetmu, percaya Tuhan kasih rencana yang terbaik. Apa pun hasilnya, besyukurlah”.
Aku termenung mendengar ucapan sahabatku ini. Dia menjawab lebih dari apa yang kutanyakan. Terimakasih kawan 🙂

Sebelum ujian semester 3, aku memasang target IP tersebut dan menulis kata2 motivasi biar aku semangat buat belajarnya. Segala daya dan upaya aku kerahkan buat ujian akhir semester ini. Dari mengatur jadwal antara kuliah dan organisasi, piano dan kegiatan lainnya. Aku pengen fokus buat UAS ku ini. Selama hari H UAS, aku juga kudu pinter2 mbagi waktu antara jadi panitia konser, penyanyi, dan les pianoku. Les privat mata pelajaran buat muridku kutunda dulu sampai UASku ini benar-benar rampung. Sampai akhirnya, gejolak ini memuncak saat gladi bersih hari kamis buat konser paduan suara hari jumatnya. Ayahku pesan, kalau kali ini aku boleh latihan tapi sampai pukul 6 malam aja. Aku nyoba ijin ke pelatih, tapi yg kudapati bukan apa yang aku mau. Pelatihku minta aku buat ngikutin gladi bersih ini sampai jam 7 malam. Sesuai janjinya, aku menunggu sampai jam 7. Dan di tengah istirahat, aku ditelepon ayahku, memintaku pulang buat mempersiapkan UAS hari jumat. Aku g bisa, malah aku kena marah. Mau gimana lagi, pelatihku udah bilang gitu, aku g bisa minta ijin lagi, bisa-bisa malah nambah urusan. Dan puncaknya, karena bingung antara pulang karena 2 mata kuliah yang menunggu untuk diujikan dan aku belom siap (walaupun udah kupersiapkan belajar jauh2 hari sebelumnya) dan telepon ayahku serta tuntutan dari pelatih, aku menangis selama latihan. Pelatihku pun tau, lewat senior lainnya, aku ditanya kenapa aku menangis, dan aku jawab sesuai keadaanku. Tapi aku lihat-lihat g ada yg nyoba ngehibur aku. Oke, aku akui memang disini aku pendiam. Dan aku punya alasan sendiri aku menjadi pendiam di sini. Aku juga sempet takut sih, aku gak mau gara2 kelakuanku ini aku jadi punya kepribadian ganda. Kalo di kampus emang sih, aku cerewet orangnya, cerita sono, cerita sini, guyon ngalor-ngidul, sapa2an dengan lebainya. Mungkin aku bisa berbicara dan cerita lebih banyak ke orang lain setelah aku nyaman dengan orang tersebut. Yah beginilah diriku, baik dan buruknya aku.
Balik ke cerita latihan, setelah pelatihku tau alasanku dimarahi ayah, pelatihku bilang ini ke semua teman-temanku buat pembelajaran, “Yah, gini ya teman-teman, kalian sudah daftar di organisasi ini, dari awal seharusnya kalian tau konsekuensi dan segala aturan di sini. Kalo memang ada UAS, ya persiapkan, atur jadwalnya. Kan ga mungkin konser ini diubah tanggalnya atau ujian diubah tanggalnya? Tolong persiapkan jadwal kalian, kalian sudah besar, sudah bisa mengatur waktu dan diri kalian.”
Yah, memang benar kata pelatihku, segala yg kita ambil punya konsekuensinya dan kita harus bisa belajar mengatur waktu. Tapi, tahukah, aku tahu konsekuensi itu, aku sudah mencoba mengatur waktu dengan jerih payahku. Sewaktu teman-temanku liburan, aku belajar mempersiapkan UAS, pas ditugasin di Jakarta, aku juga menyempatkan diri buat belajar. Tapi yah sudahlah, mungkin pelatihku belum tau tentang ini. Maafkan juga aku, pelatih atas semua kebodohanku. Maaf. Maaf dan maaf.
Mungkin ini bisa menjadi pembelajaran buatku : lebih difokuskan lagi dalam mencapai sesuatu; setiap pilihan ada konsekuensinya; tidak hanya UAS penentu nilai akhir karena selama kuliah juga berperan menentukan nilai akhir, jadi setiap hari rajinlah untuk belajar, tidak belajar semua saat UAS tapi belajar dari awal sampai akhir semester agar ilmu yg didapat dapat bermanfaat; selalu bersyukur dan berdoa dalam keadaan apapun, jangan lupakan Tuhan yang telah memberimu hidup sehingga bisa mengalami lika-liku kehidupan, salah satunya seperti ini.

 

Setelah menjalani UAS yg beraaat, akhirnya masa liburan datang. Kupadatkan jadwal organisasi dan berlatih pianoku (karena sebentar lagi saya ujian piano..hehe , doakaaan) serta kegiatan bermain dengan teman-teman, menonton film, membaca novel. Prinsipku, lupakan kuliah sejenak. Hehehe. Daaaaan, nilai diumumkan. IPku turun dari 3,71 menjadi 3,48. Aku buka-bukaan saja soal nilai. Siapa pun boleh tau, aku ga menutup-nutupi seperti kebanyakan temanku (entah kenapa ada yang seperti itu, aku ga tau alasannya), tapi buat apa? Ini hasil jerih payahku, silahkan menilai sendiri dari IP yang kudapat. Untung ada teman-temanku di sampingku saat aku membuka nilai ini melalui media internet. Aku mengeluh, aku ga dapet cumlaude semester ini dan ada 1 makul yang nilainya C+, tetapi teman-temanku menghiburku. Terimakasih kawan 🙂
Tapi dari sini aku mencoba buat bersyukur, dengan mendapat hasil di bawah target, Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk kita entah apa pun rencananya tapi aku selalu percaya Tuhan selalu memberi yang terbaik. Selain itu, aku juga perlu mengoreksi diriku, apa selama ini aku hanya berusaha dan bekerja saja tanpa melibatkan Tuhan di dalamnya? Apa aku ini terlalu sombong dan menganggap remeh mata kuliah yang kuambil? Atau aku ini selama kuliah kurang rajin dalam menyerap materi? Atau hanya mata kuliah tertentu saja yang aku minati dan terbukti mendapat bagus, sedangkan yang lain yang tidak kuminati kutinggalkan saja?
Yaaaah, hidup ini penuh pembelajaran. Dan ini pembelajaranku saat mendapat hasil di bawah target 🙂 Terimkasih sudah mau membaca keluh kesah dan kicauan saya. Kalau ada yg menasehati saya, saya akan sangat senang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s