Semangat Kuliah!


Di sini aku mau sharing pengalaman dosen aku yang luar biasa menginspirasi! Khususnya yang lagi duduk di bangku kuliah! Tapi pesan dari pengalman dosenku ini bisa diterapin di kehidupan kita.

Dosenku ini termasuk golongan dosen muda. Baru lulus S2 dari Teknik Kimia ITS tahun 2011 lalu. Beliau biasa dipanggil Bu Cakra. Walaupun tergolong dosen muda, tapi loyalitas dan dedikasinya dalam pekerjaan (khususnya menjadi dosen) bener-bener diacungin jempol!

Simak deh pengalaman yang disharingkan beliau pada saat selesai kuliah OTK 1 :

Bu Cakra lulus D3 dari Politeknik Negeri Bandung. Setelah lulus, Bu Cakra lanjut kuliah S1. Beliau bercerita, dulu beliau punya impian yaitu luls dengan predikat cumlaude. Tapi, impiannya pupus karena jika ingin mendapat predikat cumlaude, seseorang harus lulus maksimum 4 tahun studi. Karena Bu Cakra lulus dari D3 (3 tahun) dan langsung lanjut S1, untuk menyelesaikan S1nya dibutuhkan waktu minimal 1,5 tahun. Ini mungkin kegagalan beliau. Walau gagal, impian mendapat predikat cumlaude tetap ada pada diri beliau. Beliau bercerita bahwa beliau memiliki sebuah buku impian. Di dalamnya, beliau menuliskan impian-impian beliau. Salah satunya yaitu lulus dengan predikat cumlaude di jenjang S2 dengan IPK 3,80 dan waktu yang diperlukan untuk lulus yaitu 2 tahun.

Untuk mencapai impiannya itu, usaha yang harus dilakukan adalah BELAJAR. Ya, memang tidak ada cara lain untuk mendapatkan IPK cumlaude selain BELAJAR. Belajar yang dilakukan beliau yaitu memahami teori dulu lalu latihan soal. Sebelum kuliah berlangsung, terlebih dahulu bekali diri kita dengan materi yang akan diajarkan agar selama kuliah (apalagi yang SKSnya banyak), pikiran tetap “ON”, fokus, gak ngantuk, tidak terbebani dengan materi yang disampaikan oleh dosen. Selain itu, keuntungan lainnya, kita akan lebih paham dari anak lain yang tidak mempersiapkan diri sebelum kuliah. Juga, saat kita belajar mandiri, ada hal yang tidak kita ketahui dalam proses belajar mandiri itu, kita dapat bertanya ke dosen dan hal ini akan menambah penilaian kita dalam hal soft skills yaitu partisipasi aktif di kelas. Beliau memberi tips, saat kuliah, sebelum ujian dimulai, kita kudu paham teorinya. Dan saat mendekati ujian, yang kita lakukan adalah latihan soal dan latihan soal. Karena kita telah menguasai teorinya terlebih dahulu, kita akan lebih mudah untuk mengerjakan soal. Bu Cakra juga mengajari membagi waktu. Sisihkan waktu kurang lebih 2 jam di sela-sela kesibukan kita kuliah ataupun kegiatan kampus.

Dan ada 1 cara yang lebih penting dari belajar, yaitu DOA. Tingkatkan hubungan vertikal kita dengan Tuhan karena setiap usaha yang kita lakukan tidak berarti apa-apa jika Tuhan  berkehendak lain. Dengan DOA, Bu Cakra meminta ke Tuhan agar mendapat IPK 3,89 (IPK yang diminta dalam doa berbeda dengan IPK yang ditulis beliau dalam buku impian) dan lulus 2 tahun. Selain berdoa, beliau juga menjalankan shalat, tahajud dan sedekah. Kata beliau, selain mengumpulkan pundi-pundi ilmu, kita juga mengumpulkan pundi-pundi amal yang akan berguna suatu hari kelak. Usaha yang disertai DOA dan amal ini menghasilkan keLULUSan beliau di S2 dalam kurun waktu 2 tahun dengan IPK 3,89 (tidak lebih dan juga tidak kurang dari apa yang ditargetkan beliau dalam doanya) dan masuk 3 besar lulusan yang memiliki IPK terbaik serta menjadi satu-satunya perempuan dari 2 orang peraih 3 besar IPK terbaik lainnya. Selain itu, beliau adalah salah satu lulusan yang memiliki masa tunggu kerja kurang lebih 3 bulan (dengan perhitungan 3 bulan ini digunakan beliau untuk melamar pekerjaan dengan sistem gugur yang memakan waktu). Ada juga impian beliau yang menjadikan saya mengenal dosen yang berdedikasi ini, yaitu bekerja di Universitas Brawijaya J

Beliau bertanya pada mahasiswanya, “Apa yang menjadi kendala kalian dalam belajar di teknik kimia ini? Textbook dengan Bahasa Inggris? Saya dulu juga melewati tahap itu.  Tahap di mana terkadang saya merasa malas, capek. Kalau kita membaca, kita juga harus membuka kamus untuk mencari artinya. Tapi dengan melewati tahap itulah saya memahami isi dari buku ini *sabmil megang buku Geankoplis dalam Bahasa Inggris yang setebel 1000 halaman* Kalau seperti ini, hanya 1 kunci melewati tahap ini, yaitu SABAR. Percaya, semua yang dilakukan dengan kesabaran akan membuahkan hasil.”

Ada juga pertanyaan beliau, “Apa kalian tidak capek menjadi orang yang tidak diperhitungkan? Baik itu di kelas atau di luar kelas? Di kelas dianggap tidak pintar, saat bekerja dianggap tidak produktif. Sakit juga rasanya jika menjadi orang yang tidak diperhitungkan, kinerja kita menjadi menurun karena kinerja tidak dihargai, juga tertekan dengan cap sosial kita yang tidak diperhitungkan ini. Mungkin di Indonesia, masih ada kelas yang mengedepankan orang kaya. Orang yang kaya akan dihormati dan diperhitungkan. Tapi bandingkan dengan di luar negeri, jika kalian tidak menunjukkan sesuatu yang membuat kalian diperhitungkan, Anda akan terkucil di masyarakat.”

Ini quote yang aku dapet dari pengalaman beliau :

“Jadi tidak ada yang mustahil di dunia ini kalau kita punya daya juang yang tinggi untuk berusaha. Dan semua yang dilakukan dengan SABAR, akan membuahkan HASIL”

16 pemikiran pada “Semangat Kuliah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s