My Opinion about Religion (General)


Bicara tentang agama, bisa dibilang sangat super menarik dan sangat sensitif. Dibilang sangat super menarik, karena menurutku, agama itu baik adanya, agama itu mengajarkan segala sesuatu yang baik  buat kepentingan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia lingkungan. Kalo menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) nih, agama itu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Waaah senengnya, hampir sama nih pengertianku ma pengertian si KBBI :)) *senyum lebar. Agama itu menurutku hanyalah sebuah alat, cara (kata ‘hanya’ di sini bukan bermaksud untuk menyepelekan agama) untuk mencapai tujuan terakhir dan utama semua manusia di bumi yang fana ini. Analoginya, kita mau makan sate di warung Bu Tegar misalnya (kan tujuannya sama), entah kita dari rumah jalan kaki ke warung itu, entah dari sekolah naik sepeda ke warung itu, entah dari kantor naik mobil, ato bahkan Obama yang doyan sate dari Amrik naek pesawat jet, rela mampir ke Indonesia buat menyantap sate bu Tegar nan lezat aduhai itu (kok malah Obama? ==a). Kan caranya, alatnya tiap orang beda-beda kan? Tapi tujuan akhir  mereka SAMA!  Sama kayak agama, ada yang ke gereja, masjid, vihara, pura, atau litang; cara sembahyangnya juga beda-beda, tapi apa tujuan akhir mereka semua? SANG MAHAPENCIPTA jawabannya. Oke, ada banyak istilah : Nabi, Rasul, Tuhan, Allah, Dewa, Semesta, atau apapun lah sebutannya buat SANG MAHAPENCIPTA, semuanya sama, hanya ada SATU dan SATU-SATUNYA.

Inget gak dulu tentang sejarah ditemukannya agama? Manusia purba dulu mencari-cari sesuatu, mencari tujuan mereka, mencari patokan hidup mereka. Mereka menyembah benda, baik yang berroh ataupun tidak, yang dianggap suci (animisme), mereka menyembah kekuatan gaib (dinamisme), dan mereka menyembah hewan yang disucikan (totemisme) sebelum mereka menemukan SANG MAHAPENCIPTA sehingga dari sinilah agama yang kita kenal sekarang muncul.

Di sini, aku menggaris-bawahi, aku memang menganut suatu agama. Tapi apalah artinya agama tanpa kepercayaan? Tanpa IMAN? Yang paling penting dari agama menurutku bukan seberapa banyak kita beribadah, seberapa banyak kita melakukan puasa atau aturan lain dari suatu agama tersebut, kalo semua yang kita lakukan itu tanpa IMAN dan KEPERCAYAAN. Percuma aja dong, doa panjang lebar, tapi kita gak percaya dan ga ada iman buat doa kita. Misalnya nih, kita mau makan. Sebelum makan, kita berdoa. Kalo kita gak punya iman dan kepercayaan, oke kita udah doa, kita makan tiba-tiba kita keselek sampe gak bisa nafas, terus kita nyalahin SANG MAHAPENCIPTA, “Ya Allah, kenapa sih, aku kan udah doa kok masih dikasih keselek?” Kalo kita punya IMAN dan Kepercayaan, kita udah doa, kita makan, apapun kejadiannya nanti, apapun kandungan yang berbahaya atau tidak dari makanan kita itu, kita bakal ikhlas, kita bakal percaya sepenuhnya kalo makanan itu bener-bener udah dikuduskan oleh SANG MAHAPENCIPTA. Jadi, agama tanpa IMAN dan Kepercayaan itu menurutku NOL BESAR.

Menarik bukan agama itu? Semua hal baik ada padanya. Tapi, di kalimat pertama aku juga nulis selain dibilang sangat super menarik, juga sangat sensitif. Maksudku di sini, kalo agama itu dipandang sebagai sebuah kefanatikan, sebuah tujuan, sebuah SEGALANYA di atas SEGALANYA. Juga, kalo agama dijadikan bahan perdebatan untuk menentukan agama mana yang paling baik; yang ada malah PERANG! Banyak kan perang agama di dunia ini? bahkan di Indonesia juga ga sedikit. Apa sih yang mau diperangin? Ngumpulin massa buat memperbanyak jumlah buat memeluk suatu agama tertentu? Trus kalo udah massanya banyak, ngapain? Mau dijadiin prajurit buat diajak perang? Ato perang buat bela agamanya masing-masing? Apa yang mau dibelain? Tuhannya masing-masing? Tuhan cuman ada 1! SANG MAHAPENCIPTA! (apa pun sebutannya). Ngapain juga mbelain SANG MAHAPENCIPTA? G usah dibelain, SANG MAHAPENCIPTA kan punya “power”, kalo SANG MAHAPENCIPTA ga berkenan, ya udah kamunya yang perang yang dilibas. Lagian ya, kalo dipikir-pikir aneh juga mbelain SANG MAHAPENCIPTA. Misalnya, kita bikin 2 robot, trus robot yg bebal itu saling adu kekuatan untuk mbelain kita (1 orang) sebagai penciptanya. Ya kalo aku sebagai yang nyiptain robot itu sih, aku gak mau 2 robotku semuanya rusak gara-gara tengkar sendiri, mending dua-duanya aku “OFF”in dulu biar ga rusak. Masak udah susah-susah bikin robot, robotnya bego tengkar sendiri sampe rusak, rugi dong yang nyiptain. Tujuan kita yang nyiptain kan biar masing-masing robot itu punya fungsinya sendiri-sendiri eh kok malah saling ngrusak. Jadi, menurutku perang agama itu USELESS! Gak guna!

Terus ada lagi, di kehidupanku ini, aku juga nemuin orang, yang saling ngejek antar agama masing-masing. Apa gunanya saling menjatuhkan? Kalo caramu beda ya ngapain ngejek caraku, kan tujuan kita sama! Yah, aku berharap deh, di dunia ini gak ada orang yang saling ejek-mengejek, saling menjatuhkan agama masing-masing, gak usahlah terlalu fanatik ma agama (kayak yang aku bilang sebelumnya, yang penting dari agama itu bukan caranya, tapi IMAN dan KEPERCAYAANNYA!), gak usahlah ngumpulin massa buat memeluk suatu agama tertentu. NGAPAIIIIIN? Kita semua ini ciptaan SANG MAHAPENCIPTA. Kita di Mata-NYA SAMA SEMUA, gak ada kaya-miskin, hitam-putih, pendek-tinggi, gendut-kurus, bodoh-pintar. Kita semua SAMA! Kita masing-masing diciptaiin dengan unik buat ngejalanin TUGAS masing-masing yang dipercayakan ke kita dari SANG MAHAPENCIPTA buat bikin dunia ini lebih indah, damai, tenang, dan BAHAGIA, without WAR!

Dan tolong digaris bawahi juga, diitalic atau dibold, atau diunderline juga boleh 🙂 tulisan ini, aku gak memihak ke salah satu agama. Aku mencoba buat netral. Ini hanya pemikiranku, pemikiran seorang mahasiswa yang akan berusia 20 tahun yang masih belajar tentang kehidupan yang jiwanya masih labil, tentang suatu agama. Mohon maaf kalo di tulisanku ini ada kata yang kurang berkenan.

2 pemikiran pada “My Opinion about Religion (General)

  1. jangan beragama, tapi imani Tuhan dan percayai Jalan Kebenaran yang mati dan bangkit..that’s it..ga usa ngurusin agama..apapun..sama sekali..saya setuju..nice point! 😉

    • terimakasih 🙂
      wah, kalo saya, saya lebih memilih beragama, dengan beragama, kita lebih diarahkan ke jalan mengenal dan mengimani Tuhan Sang Kebenaran 🙂
      walaupun memang caranya berbeda-beda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s