Jambore Nasional PKVIII di BOGOR


Ini pengalaman jambore nasional pertamaku di Bogor saat liburan kenaikan kelas dari 9 SMP ke 10 SMA.. Check it out :

Pada bulan Juli lalu, di tanggal 28 Juni 2008 hingga 3 Juli 2008, aku melewatkan masa liburanku bersama teman-teman baru dari seluruh Indonesia di Gunung Geulis, Bogor. Aku berada di Bogor untuk mengikuti kegiatan pramuka, yaitu jambore nasional ‘Jabalambang’ yang diadakan setiap 5 tahun sekali bagi Penggalang. Aku berangkat ke Bogor bersama 38 teman dan sembilan Pembina dari kontingen Malang. Sebelum berangkat, kami mengadakan latihan gabungan terlebih dahulu bertempat di SMPK Kolose Santo Yusup. Di situ, kami menginap selama satu malam agar esok paginya, kami mengikuti Misa untuk berangkat. Misa dipimpin Romo Hudiono, Pr, Moderator TKK Malang yang juga diikuti orang tua.

Dalam perjalanan, kami melewatkan ± 1 hari untuk akhirnya tiba di tempat tujuan kami, Bogor. Pemandangan di Gunung Geulis, Bogor sungguh indah dan udaranya pun juga sejuk, tak beda jauh denga tempatku, Malang. Udara di Malang lebih dingin, sehingga di Bogor aku dapat menyesuaikan diri dengan baik. Sebelum kegiatan pertama dimulai, kami diberi kesempatan mendirikan tenda dan istirahat sejenak bersama regu kami. Reguku terdiri dari 8 orang yang masing-masing anggotanya bersekolah di sekolah yang berbeda, sehingga reguku disebut oleh kontingen kami dengan sebutan regu campuran, tapi dari kontingen lain menyebut kami Regu Anggrek 2. Reguku berada di kampung biru bersama dua regu lain sekontingen. Kampung biru merupakan istilah untuk pengelompokan daerah. Ada juga kampung hijau, kuning, dan merah. Jambore ini diikuti ± 1400 peserta.

Kegiatan pertama kami adalah Upacara Pembukaan. Usai upacara pembukaan kami dari kontingen Malang diperbolehkan mandi (maklum belum sempat mandi) agar dapat mengikuti ibadat pembukaan, food festival dan perkenalan di kampung. Aku pun mandi bersama teman se-reguku yang ada di kampung biru. Padahal, selama SMP, aku belum pernah mandi bersama orang lain.

Di jambore ini, masing-masing agama sangat dihormati. Buktinya, walaupun mayoritas peserta dan Pembina beragama katolik, ada waktu khusus bagi agama lainnya untuk beribadat menurut agama masing-masing. Saat misa berlangsung, ada perbedaan antara misa di jambore ini dengan misa di gereja, yaitu lagu yang dibawakan sangat menyenangkan, berbeda dengan lagu yang berada di gereja dan umat duduk di lapangan terbuka.

Seusai misa, kami melanjutkan dengan acara food festival dan perkenalan di kampung. Kampungku, blue ocean atau biasa disebut dengan kampung biru. Saat perkenalan, kami diperbolehkan mencicipi semua makanan dari kontingen selain kontingen kami Malang. Aku pun dapat banyak teman baru yang berasal dari Bali, Jogja, Lampung, Bandung, Jakarta, dan Bekasi. Tapi masih ada 7 kontingen yang belum kukenal di acara ini. Seusainya, aku dan teman se-reguku memutuskan untuk tidur agar esoknya dapat mengikuti kegiatan selanjutnya.

Hari ini tanggal 29 Juni 2008. Pukul 04.00 reguku sudah bangun dan bersiap-siap untuk mandi. Langit masih gelap dan kukira kamar mandi masih sepi. Ternyata, aku harus mengantri dan saat giliran mandi, terpaksa aku harus nunggu. Tapi semua itu jadi menyenangkan, hitung-hitung pelajaran untuk mandiri.

Setelah itu acara diteruskan dengan tampilan dari berbagai kontingen yang berasal dari wilayah Jabalambang, masing-masing mempersembahkan atraksi dengan ciri khas daerah mereka antara lain, pencak silat, tari, drum band, dll. Semua atraksi yang ditampilkan sangat menarik, terlebih atraksi dari kontingenku Malang (pede aja…tapi memang lebih oke!)

Selanjutnya aku mengikuti acara demi acara sesuai jadwal dari pagi sampai malam, dari hari pertama sampai hari terakhir. Yang menarik adalah setiap peserta harus aktif ikut semua kegiatan, karena setelah ikut tiap kegiatan akan dapat stiker dari panitia yang jika lengkap, akan membentuk satu stiker utuh dan logo Pekan Kekerabatan VIII.

Jamore ini berlangsung selama 6 hari. Kegiatan yang ada di jambore ini tidak monoton, sehingga jamboree menjadi semakin asyik, menarik, dan menyenangkan. Kegiatannya dapat dibagi menjadi 12 kelompok, antara lain culinary heritage, city of science, religious activity, free time activities 1 & 2,  culture workshop, scouting skill, global development, dapur kita, scout exhibition, animal kingdom excursion, dan walk in. Di sini kita tidak hanya dapat bermain dan bersenang-senang saja, tetapi juga belajar banyak hal khususnya saat berkunjung ke Taman Safari. Usai sudah seluruh acara dan yang paling menarik acara pentup yang meriah banget dengan kembang apinya Sayang aku dan temanku tidak ikut dan hanya menyaksikan dari jauh. Malam itu pun kami bersiap-siap untuk besok pagi kembali ke Malang.

Saat perjalanan pulang, kontingenku mampir ke TMII dan jalan-jalan di monas. Akahirnya tepat pada Sabtu, 5 Juli 2008 pk. 15.00, kami semua tiba lagi di Malang yang sudah ditunggu oleh orang tua yang menjumput kami, terharu juga bisa kembali ke Malang dengan sehat dan selamat. Aku tidak akan melupakan pengalaman yang begitu berharga ini.  Terima kasih untuk panitia dan TKK Malang yang telah memberi kami kesempatan untuk menimba banyak pengalaman berharga. Juga teman-teman se-Jabalambang, salam kompak dan jadikan pramuka tempat berlatih untuk mandiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s