PEMIMPINKU, JADIKAN INDONESIAKU MELESAT MAJU


Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 serta dikenal sebagai negara agraris (Sulistiani, 2012). Negeri ini kaya akan hasil alamnya yang melimpah. Di negeri ini pula, banyak tokoh Indonesia yang berperan di tingkat internasional dan diakui dunia. Sebut saja Sri Mulyani (Direktur Utama Bank Dunia), Gamal Albinsaid yang mendapat pengakuan dari Pangeran Charles, Munir dan banyak ilmuwan dengan kecerdasan luar biasa yang hasil temuannya mendapat apresiasi dari dunia internasional. SDA yang melimpah dan SDM yang berkualitas inilah yang membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang begitu besar untuk menjadi negara maju. Namun kenyataannya, Indonesia masih menempati urutan ke 122 dari 182 negara terkaya di dunia (Susanto, 2012).

Indonesia masih terjajah. Pengertian terjajah di sini bukan seperti penjajahan pada masa kolonial, tetapi penjajahan era modern yang lebih kejam. Negeri ini dijajah oleh kemiskinan, ketimpangan sosial, ketergantungan pada produk impor dan hutang luar negeri serta budaya koruptif dan hedonis yang menjangkiti semua kalangan (Bupati Tegal Enthus Susmono, 2014). Banyak sekali masalah yang perlu diatasi. Menurut Indonesia Today (2012), masalah krusial yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masalah ketersediaan energi yang berdampak pada kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok sehari-hari, pertumbuhan penduduk yang cukup besar serta korupsi. Pertumbuhan penduduk yang besar dapat menjadi peluang maupun hambatan yang berimbas pada pemenuhan kebutuhan perumahan, sekolah, makanan, rumah sakit, pekerjaan dan transportasi. Inilah tugas berat aparat pemerintah kita.

Sungguh ironi jika melihat fakta bahwa pada tahun 2012, 17 dari 33 gubernur di Indonesia tersangkut masalah korupsi, begitu pula dengan 138 dari 500 bupati atau walikota juga terkena masalah sama. Aparat pemerintahan yang diandalkan rakyat malah merampas hak rakyat. Indonesia dengan berbagai permasalahan tersebut memerlukan sosok pemimpin tangguh. Pemimpin yang mampu merangkul rakyat untuk mengatasi masalah bangsa dan bersama-sama menjadikan Indonesia negara yang lebih baik untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

Pemimpin merupakan seseorang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan berbagai aktivitas tertentu demi mencapai satu atau beberapa tujuan (Kartono, 1994). Menurut asas utama Pancasila, pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong (Tut Wuri Handayani), menuntun (Ing Ngarsa sung Tuladha) dan membimbing asuhannya (Ing Madya Mangun Karsa).

Berbagai pandangan mengenai karakter apa saja yang perlu dimiliki seseorang untuk menjadi pemimpin. Menurut Stephen R. Covey (2004), karakterstik seseorang yang dapat menjadi pemimpin yang sukses yaitu selalu terus belajar dan berkembang, berorientasi pada pelayanan, selalu memancarkan energi positif, percaya kepada orang lain, dapat menyeimbangkan hidup dari tuntutan duniawi dan rohani serta keluarga, memandang kehidupan sebagai suatu petualangan, dan sinergis. Menurut Robbins (2001), karakteristik pemimpin yang dikagumi oleh pengikutnya yaitu jujur, kompeten, berpandangan ke depan, menginsipirasi, cerdas, adil, berwawasan luas, berani, lugas, dan imajinatif. Sedangkan menurut Anies Baswedan (2014), ada empat karakter pemimpin yang dibutuhkan Indonesia yaitu bersih, kompeten, punya keberanian dan harus bisa menggerakkan.

Dari berbagai pendapat para ahli mengenai karakter pemimpin ideal, yang perlu digaris bawahi yaitu Indonesia membutuhkan pemimpin yang memimpin dengan Hati, dapat menjadi teladan bagi rakyatnya, melayani, mengayomi dan menggerakan rakyat bersama-sama untuk mencapai satu visi yaitu Indonesia maju, Indonesia Emas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s